<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>China on Konflik Militer Global</title><link>https://konflikmiliter.com/tags/china/</link><description>Recent content in China on Konflik Militer Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 08:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://konflikmiliter.com/tags/china/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Sengketa Himalaya: Konsolidasi Militer di Garis Kontrol Nyata (LAC) India-China</title><link>https://konflikmiliter.com/posts/himalayan-border-conflict/</link><pubDate>Mon, 19 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://konflikmiliter.com/posts/himalayan-border-conflict/</guid><description>&lt;p&gt;Dataran tinggi Ladakh yang gersang dan dingin kini bukan lagi sekadar benteng alam, melainkan zona militer paling aktif di dunia. Memasuki tahun 2026, apa yang bermula sebagai gesekan sporadis di lembah Galwan beberapa tahun lalu telah bertransformasi menjadi konsolidasi militer permanen. Baik New Delhi maupun Beijing kini telah meninggalkan kebijakan &amp;ldquo;patroli musiman&amp;rdquo; dan beralih ke strategi kehadiran militer sepanjang tahun di wilayah dengan ketinggian di atas 4.000 meter.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="perlombaan-infrastruktur-membangun-di-atas-awan"&gt;Perlombaan Infrastruktur: Membangun di Atas Awan&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Salah satu perubahan paling mencolok di sepanjang Garis Kontrol Nyata (&lt;em&gt;Line of Actual Control&lt;/em&gt; - LAC) adalah masifnya pembangunan infrastruktur yang tetap berlangsung meski di tengah musim dingin ekstrem.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Eskalasi Konflik Laut China Selatan: Ketegangan Militer AS-China Meningkat di Selat Taiwan</title><link>https://konflikmiliter.com/posts/eskalasi-laut-china-selatan/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 10:30:00 +0700</pubDate><guid>https://konflikmiliter.com/posts/eskalasi-laut-china-selatan/</guid><description>&lt;p&gt;Ketegangan militer di kawasan Indo-Pasifik mencapai titik kritis seiring dengan meningkatnya aktivitas angkatan laut Amerika Serikat dan China di Laut China Selatan. Dalam perkembangan terbaru, armada Angkatan Laut AS melakukan operasi Freedom of Navigation (FONOP) yang diperluas di perairan yang diklaim oleh Beijing, memicu respons keras dari pemerintah China.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="latar-belakang-ketegangan-regional"&gt;Latar Belakang Ketegangan Regional&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Laut China Selatan telah menjadi salah satu titik panas geopolitik paling signifikan di abad ke-21. Wilayah ini, yang mencakup jalur perdagangan maritim senilai lebih dari $5 triliun per tahun, diklaim oleh enam negara yang berbeda, dengan China mengklaim sekitar 90% wilayah melalui &amp;ldquo;Nine-Dash Line&amp;rdquo; yang kontroversial.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>